02165833839 contact@sptsk-spsi.org
FSP TSK SPSI
Home Laporan Kegiatan Laporan Kegiatan DSS - TGSL

Laporan Kegiatan DSS - TGSL

December 2019 0 Dilihat
Laporan Kegiatan DSS - TGSL

LAPORAN KEGIATAN DIALOG SOSIAL SEKTORAL TEKTILE, GARMENT, SHOES, LEATHER (DSS-TGSL)

 

Dialog Sosial Sektoral Tektile, Garment, Shoes, Leather ( DSS-TGSL) adalah kegiatan yang diinisiasi oleh BBTK/IndustriAll (Darlina Sihombing) dan Mondial FNV (Cris Wangkai) dengan mengumpulkan SP/SB sektor TGSL (SPN, Gartek-SBSI, GSBI, KSPSN, SP TSK-SPSI, FSP TSK-KSPSI ) untuk berdialog membicarakan tentang situasi sector TGSL dan upaya perbaikan kedepan serta berkaitan dengan bantuan yang diharpakan bisa diberikan lembaga donor internasional.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk membangun kesadaran pentingnya dilalog sosial di sektor TGSL untuk mengatasi masalah-masalah yang ada seperti tentang kepastian kerja dan pengupahan. Dialog sosial ini diharapkan dilakukan secara menyeluruh oleh stakehoeder mulai di tingkat perusahaan, tingkat nasional & internasional.

DSS-TGSL juga berupaya melibatkan lembaga donor internasional yang selama ini hanya bekerjasama dengan SP/SB tertentu sehinga sering terjadi tumpang tindih program yang dilakukan beberapa lembaga donor. Hal ini tentu tidak efektif dan kurang membawa manfaat secara maksimal. Oleh karena itu perlu diadakan dialog dengan lembaga donor internasional untuk perbaikan kedepan.

Kegiatan dimulai dengangan FGD Tingkat Nasional pada tangaal 28 Agusutus 2019 di Jakarta yang dilanjutkan dengan FGD Tingkat Daerah di Tangerang (9 September2019), Solo (11 September 2011) dan Sukabumi (30 September 2019). Kegiatan ini untuk mendapatkan masukan terkait dialog sosial dari perspektif SP/SB di daerah (perusahaan) yang selanjutnya di bahas dalam FGD Tingkat Nasional pada tanggal 14 Oktober 2019 di Jakarta.

Kegiatan selanjutnya adalah Forum Konsultasi Dialog Sosial Sektoral antara SP/SB dengan perwakilan Stakeholder Internasioanal pada tanggal 5 – 7 November 2019 untuk berdiskusi tentang situasi sektor TGSL di Indonesia dan menyampaikan langsung hal-hal yang bisa atau diharapkan dilakukan lembaga donor internasional untuk membantu memperbaik kondisi kerja sektor TGSL.

Pertemuan dilanjutnya di Solo pada tanggal 25 - 27 November 2019 yaitu Rapat Tim Perumus Rencana Strategis (kita tidak bisa mengikuti pertemuan ini karena bersamaan dengan pelaksanaan MUNAS VIII FSP TSK-SPSI).

Rangkaian pertemuan terkhir dengan bantuan pembiayaan dari BBTK/IndustriAll dan Mondial FNP yaitu Strategic Planning Meeting di Cirebon pada tanggal 19 – 21 Desember 2019.

Pertemuan ini untuk menyusun langkah-langkah strategis yang akan dilakukan untuk kelanjutan DSS-TGSL terutama tentang Protokol Kepastian Kerja dan Perlindungan Upah.

# Kesimpulan Kegiatan DSS-TGSL :

  1. Untuk menggalang kekuatan yang lebih besar harus melibatkan sebanyak-banyaknya SP/SB sektor TGSL yang mau bergabung.
  2. Best Practice (praktek tebaik) yang telah dilakukan dengan DSS-TGSL adalah Protokol FoA (Freedom of Association) dimana SP/SB bisa mengajak Brand/Buyer untuk duduk bersama membicarakan protokol Kebebasan Berserikat dan akhirnya mau menandatangani Protokol dan diberlakukan di perusahaan yang mengerjakan Brand/Buyer tersebut.  Cataan : SP TSK-SPSI belum terlibat dalam penandatangan Protokol FoA tetapi di tingkat perusahaan yang mengerjakan Brand/Buyer penandatangan protokol FoA otomatis berlaku/ikut menandatangani .
  3. Sasaran DSS-TGSL selanjutnya adalah tentang protokol Kepastian Kerja dan Perlindungan Upah yang akan diajukan ke Brand/Buyer untuk diajak bicara dan diharapkan nanti mau menandatangani nya. Catatan : SP TSK-SPSI sudah ikut terlibat dari awal menyusun draf Protokol Kepastian Kerja dan Perlindungan Upah (Heru Marsudi, Agus Darsana, Dion Untung Wijaya).
  4. Pertemuan / kegiatan DSS-TGSL selanjutnya dibiaya secara gotong royong semua SP/SB yang terlibat sebelum ada bantuan dari lembaga donor.

Note :

untuk pertama masing-masing Federasi SP/SB iuran sebesar Rp. 500.000,- yang diserahkan pada pertemuan 27 Januari 2019 di kantor SPN.

RINCIAN KEGIATAN DSS-TGSL :

 1   FGD TINGKAT NASIONAL :
 Waktu    : Rabu, 28 Agustus 2019
 Tempat   : Hotel Ibis Cawang  Jl. MT. Haryonono. 9 Cawang – Jakarta Timur
 Peserta  : 1. Agus Darsana  2. Caska Asmadyprana
 2
 FGD Tingkat Daerah di Tangerang

 Waktu   : Senin 9 September 2019
 Tempat  : Fave Hotel Tangerang, Jl. Husein Satranegara – Tangerang
 Peserta : 10 orang PUK SP TSK-SPSI di wilayah Banten
 3
 FGD Tingkat Daerah di Solo

 Waktu   : Rabu, 11 September 2019
 Tempat  : Aston Solo Hotel,  Jl. Slamet Riadi no. 373, Sondakan - Solo
 Peserta : 2 orang PUK SP TSK-SPSI PT. Sritex
 4
 FGD Tingkat Daerah di Sukabumi

 Waktu : Senin, 30 september 2019
 Tempat : Santika Sukabumi,  Jl. Bhayangkara no 28, Sukabumi
 Peserta : 3 orang PUK SP TSK-SPSI di Sukabumi
 5
 FGD Tingkat Nasional II

 Waktu   : Senin, 14 Oktober 2019
 Tempat  : Hotel ibis Cawang,  Jl. MT. Haryono No. 9 Cawang – Jakarta Timur
 Peserta : Heru Marsudi, Agus Darsana

 6

 

 Forum Konsultasi Dialog Sosial Sektoral antara SP/SB dengan perwakilan Stakeholder 
 Internasional

 Waktu : Selasa – Kamis, 5-7 November 2019 
 Tempat : Grand Aston Hotel, Jl Urip Sumoharjo no 37, Yogyakarta
 Peserta : Heru Marsudi, Agus Darsana, Yanti Kusriyanti
 
​ All Peserta :
 SPN, Gartek-KSBSI, FSP TSK KSPSI, SP TSK-SPSI, KSPSN, KASBI, Sebumi, FSBKU, FSBN, SP  
 PRogresive PT.VCI, SP SERBUK, LBH Jakarta, TURC, Gajimu.Com., LIPS, Akatiga, Project 
 Officer ISVI/BBTK (Frederik Capelle), Projrct Officer Indonesia mondial FNV (Marijn
 Pepercamp), Partner and Network Coordinatior CCC (Tanne de Goei), National Connsultant
 Indonesia Mondial FNV (Cris Wangkay), Project Officer BBTK/IndustriAll (Darlina
 Sihombing))

 NOTE :  MENUJU ADVOKASI PROTOKOL KEPASTIAN KERJA & PERLINDUNGAN UPAH STRATEGI:

 - Membangun argument (riset, analisa)
 - Identifikasi ‘teman’ dan ‘lawan’ (nasional, internasional)
 - Identifikasi brands
 - Kampanye
 - Lobby
 - Belajar dari pengalaman di tempat lain (‘best/bad practices’, lesson learned)
 - Koordinasi  : coordinator/fasilitator dan secretariat
 - Memahami protocol FoA dan draft protokol sbg sebuah kesatuan. Konsekuensi?

 PERTANYAAN:  :

 1. Bagaimana mengusahakan konsolidasi dan inklusifitas (tk pabrik, regional, nasional) 
    --mempertimbangkan koalisi yg ada (APBGATI), kondisi fragmentasi yg ada? 

    a. Tingkat pabrik: forum dialog rutin termasuk memastikan sosialisasi draft 
       protokol, sambil mengadakan forum antar SB tk lokal utk sosialisasi bersama 
    b. Tingkat nasional: 
       (a) memanfaatkan koalisi yg sudah ada, menghidupkan kembali Aliansi Play Fair 2 
           (termasuk integrasi APBGATI) dengan melibatkan Better Work Indonesia. Hal 
           ini bisa membantu memastikan inklusifitas seluas mungkin. Usulan lain 
           menggunakan APBGATI, atau membuat aliansi baru. 
       (b) Membuat konsensus tk nasional utk tidak membiarkan kompetisi di tk pabrik. 
    c. Beban utama konsolidasi ada pada pemimpin SB tk nasional --> memastikan 
       sosialisasi upaya konsolidasi tk nasional sampai ke tk pabrik 
 2. Usulan koordinasi dan pembagian peran (internasional -- peran apa yg diharapkan? 
    Nasional: SB dan ornop/ormas?) 
    a. Internasional: mediator berkomunikasi dg brands (tmsk melakukan penekanan dan 
       lobby), dana, aksi solidaritas, kampanye 
    b. Nasional: ekspertise pd ornop perburuhan (mis: opini hukum, advokasi, [analisa] 
       data). SB perlu mulai kerja konkrit :
       (a) mengumpulkan data dan membuat kronologi kasus2 yg bisa jadi argumen 
           pendukung, dan 
       (b) pembangunan kapasitas SB (ini bisa memanfaatkan dukungan ornop). Ornop bisa 
           dimintai menyusun narasi/analisa dan membantu mencarikan dana. Ornop tdk 
           boleh berkomunikasi langsung dg SB di tk lokal (riset, melakukan 
           training/workshop). 
           Usulan lain: 
           - Perluasan cakupan Protokol FoA 
           - Urgensi pengadaan secretariat

   Beberapa catatan: 
   · Belum ada pertimbangan (dan usulan upaya mitigasi) thd resiko dari usulan2 upaya 
     konsolidasi (mis: munculnya konflik baru di tk pabrik akibat inisiatif 
     pembentukan Aliansi Play Fair 2). 
   · Tantangan baru utk membangun strategi/bentuk baru kampanye internasional dengan 
     memanfaatkan lembaga2 yg sdh ada (mis: CCC, IndustriAll, AFWA, IFC). Mitigasi 
     resistensi tertentu (mis: IA)
   . Bisa memanfaatkan pengalaman advokasi internasional yg sudah dilakukan oleh bbrp 
     SB seperti GSBI, Garteks-KSBSI, dan SPN. 
   · Konsensus tertulis? · Perlunya memberi alokasi perhatian proporsional terhadap 
     kebijakan perburuhan nasional (rencana revisi peraturan perburuhan) 
   . Memberi usulan/rekomendasi demi kepentingan buruh dlm bahasa yg sama
   . Rekomendasi: 
     1. Pertemuan strategic planning, bukan brainstorming, perwakilan yg sudah ada di 
        sini. 
     2. Waktu dikomunikasikan pada Kak Darlina SIhombing. 

   7 

 Rapat Tim Perumus Rencana Strategis 

 Waktu : Senin – Rabu, 25-27 November 2019 
 Tempat : Aston Solo Hotel Jl. Slamet Riyadi no. 373, Sondakan- Solo 
 Note : 
 - SP TSK-SPSI tidak bisa hadir karena bersamaan dengan MUNAS VIII SP TSK-SPSI di 
   Bali 
 - PERTEMUAN TEAM STRATEGY PLANNING DSS ON TGSL, 
 - Materi Diskusi. 
   I.   Lembaga/Organisasi yang terlibat 
   II.  Sarana apakah Lembaga yang sudah ada atau perlu membentuk Lembaga baru 
   III. Langkah-Langkah USULAN: 
        · Perlu melibatkan semua serikat pekerja/seribat buruh yang ada di TGSL, baik 
          yang ditingkat nasional maupun yang regional, kabupaten/kota, dan tingkat 
          perusahaan, 
        · Perlu melibatkan semua serikat pekerja/seribat buruh yang ada di TGSL, baik  
          yang ditingkat nasional maupun yang regional, kabupaten/kota, dan tingkat 
          perusahaan. Tetapi perlu ada SP/SB inti karena untuk memudahkan membangun 
          komitment dan kordinasi. 
        · Perlu ada satu keterbukaan/transparan menjadi sebuah fondasi dari sebuah 
          koalisi. 
        · Perlunya membangun satu atmosfir/pemahaman/pemikiran yang sama 
        · Keterlibatan LSM memang dibutuhkan, tetepi dalam rangka transfer knowledge 
          dan membantu hal-hal yang belum bisa dilakukan oleh serikat pekerja/serikat 
          buruh, contohnya research. 
        · Bentuk yang diinginkan terikat atau cair?. 
        · APBJATI adalah sebuah presidium……tidak tertutup sebuah kemungkinan. Yang 
          memfokuskan dalam mencari solusi sebuah persoalan. 
        · Harus selalu terkait dengan latar belakang, yaitu upah dan kontrak kerja. 
          Misalkan upah dan job security. Dengan melibatkan semua pihak-pihak yang 
          terlibat. 
        · Bentuk kerjasama yang akan dilakukan adalah aliansi. Untuk itu perlu ada 
          sebuah evaluasi kajian tentang keberhasilan dan kelemahan dari perjalanan 
          Bersama yang telah dilakukan. Contohnya protocol FOA.

 KESIMPULAN: TEAM INTI 
 1. SPN-------------------------Djoko Heriyono, Sumiyati 
 2. GARTEKS------------------Raja, Ary Joko 
 3. GSBI------------------------Emelia Yanti, Ismet 
 4. SPTSK SPSI--------------- ? 
 5. SPTSK KSPSI-------------Helmi Salim, Mohammad Rais 
 6. KSPN--------------------- Benny Rusli, Lilis Mahmuda 

 ACTION PLAN :
 1. Identifikasi Stake Holder (Brand, Supplier dan SP/SB) yang akan terlibat dalam 
    dialog-dialog selanjutnya (SPN) semua SP akan menyerahkan kepada SPN paling lambat 
    tanggal 12/12/19. 
 2. Refeksi Protokol yang sudah (sukses story, tantangan dan hambatan atas Protokol 
    FOA, tanggal 12 Desember 2019 (GSBI), 
 3. Identifikasi Fasilitator/Organisasi (internal, external), Pending, (setiap 
    organisasi merekomendasikan orang atau organisasi) khususnya yang punya kemampuan 
    lobby 
 4. Pertemuan Lanjutan (siapa yang terlibat, agenda apa). 
    · Pelaksanaan : 19 – 21 Desember 2019 
    · Peserta (SP/SB+NGO): 20 orang dari 10 Federasi, 3 NGO

 SP/SB  : 1. SPN 2. GARTEKS 3. GSBI 4. SPTSK SPSI 5. SPTSK KSPSI 6. KSPN 7. F SEBUMI 
          8. FBLP 9. FSBKU
 NGO/LSM 1. LBH Jakarta: Kedudukan Protocol dan Hukum 2. TURC: Kepastian Kerja/ 
             Flexibility Kerja 3. AKATIGA : Upah
 8
 Strategic Planning Meeting 
 Waktu : Kamis-sabtu, 19 – 21 Desember 2019 
 Tempat : Hotel Santika Jl. Dokter Wahidin No. 32 Cirebon –Jawa Barat 
 Peserta : Dion Untung Wijaya, Heru Marsudi · 
 All peserta : SPN, Gartek-KSBSI, FSP TSK KSPSI, SP TSK-SPSI, GSBI, KSPSN, Sebumi, 
 FBLP, Akatiga, TURC, LBH Jakarta, FNV mondiaal, Industri All/BBTK, Rita Olivia 
 Tambunan.

 

RENCANA KERJA

 AKTIVITAS
 PRIORITAS 
  STAKEHOLDERS
 IMPLEMENTASI
 Stakeholder  
  Meeting
 1. Supplier  

 a. Pou Chen/Nikomas 
 b. Panarub 
 c. Adis / Shoe Town 
 d. Tuntex 
 e. Citra Abadi Sejati 
 
 2. Brand (9 Penandatangan 
    Protokol) 
 a. Nike 
 b. Adidas 
 c. Puma 
 d. New Balance 
 e. Asics 
 f. Pentland 
 g. Hglove 
 h. ESupply Bv 
 i. KJUS

 3. Asosiasi 
 a. API 
 b. Apresindo 

 4. SP/SB 
 a. FSP TSK KSPSI 
 b. SP TSK SPSI 
 c. SPN 
 d. FKSPN 
 e. GSBI 
 f. FBLP 
 g. GARTEKS 
 h. SEBUMI 
 i. KASBI 
 j. SBSI 92 
 k. FSBKU 
 l. SPAI 

 5. Organisasi Intl 
 a. IndustriAll 
 b. CCC 
 c. CNV 
 d. FNV 
 e. BBTK 
 f. WRC 
 g. FWF 
 h. ILO 
 i. Better Work 
 j. AFWA 
 k. USAS 
 l. Solidarity Center 

 6. NGO 
 a. IHII
 b. TURC 
 c. AK3 
 d. LBH Jakarta
 e. LIPS 
 f. Gajimu 
 g. INDIES 
 h. INFID 

 7. Akademisi 
 a. UNPAD 
 b. LABSOS UI 
 c. UNPAR 
 d. UGM 
 e. PSHK 
 f. UNAIR 
 g. UNIBRAW 
 Tentatif 
 Senin, 
 15 Juni 2020 
 Tempat :   
 tentatif 
 sama dengan 
 GF 2020

 
  Teks akademis Draft Protokol Kepastian Kerja 
   dan Perlindungan Upah 
   o FBLP (Jumisih) 
   o SPN (Sumi) 
   o GSBI (Yanti) o Garteks 
   o FSP TSK KSPSI (Helmi) 
   o SP TSK SPSI (Heru) 
   o SEBUMI (Agus) 
   o FKSPN (Lilis) 

  Planning Strategi Kampanye Protocol 
    + Persiapan Multi stakeholder Meeting (27 Feb 
      2020, Koordinir: Helmi) 
    o FSP TSK KSPSI 
    o SP TSK SPSI 
    o SPN 
    o FKSPN 
    o GSBI 
    o FBLP 
    o GARTEKS 
    o SEBUMI 
 
 Rapat Koordinasi (27 Jan 2020, 
   koordinir Sumi):   
   o FSP TSK KSPSI 
   o SP TSK SPSI 
   o SPN 
   o FKSPN 
   o GSBI 
   o FBLP 
   o GARTEKS 
   o SEBUMI 
   o KASBI 
   o SBSI 92 
   o FSBKU
 

 Pembentukan  
 Team 
 Perunding

 

 Juli 2020

 2020 Olimpic   Street   Festival 

 Persiapan (27 Februari 2020) Radio Show : Feb   – Juli    2020 Panitia Festival : 27 Februari 2020 Talk show   (offline)

 Rally : 23 Juli  2020

 Study   Beberapa   Hasil   Research

 (LIPS, TURC, DWWG, AK3)

 Agustus -   Desember   2020

 

Jakarta, 26 Desember 2019

Penerima Tugas/Pembuat Laporan

1. Heru Marsudi (Sekretaris)

2. Dion Untung Wijaya (Kabid Hubungan Luar Negeri)

3. Agus Darsana (Ketua Bid Pengembangan Organisasi)

Lihat Selengkapnya